13 November 2010

Sesuatu yang sering disebutkan dalam jiwa manusia.  Yakin dalam diri semua manusia terbit rasa inginkan kebaikan yang ikhlas.  Namun kebaikan itu seolah dipagari sesuatu yang sangat utuh, seperti utuhnya dinding hitam di Tebing Barat.  Hakikat Syurga dipagari dengan ketidaksenangan dan Neraka pula dipagari dengan kesenangan seolah mewujudkan sinonim dengan kebaikan dalam hati manusia.  Nafsu manusia mudah tertarik dengan impak kesenangan yang hanya menjadi 'pagar', bukan kesenangan yang menjadi 'rumah'.  Kesenangan pagar inilah yang sangat mengasyikkan, membuai pemilik badan seperti aku.  Buaiannya selembut angin bertiup perlahan; sejuknya menghilangkan panas, tenangnya memadamkan kegusaran.  Tetapi kesannya maha dahsyat.  Sekadar cuba menjauhi tidak mencukupi.....tarikannya sangat kental, didorong pula oleh Syaitan laknatullah.  Allah, susahnya dugaanMu.  Walau tidak terperi lagi cabaran yang Kau berikan pada Rasulullah saw serta para sahabat, rasul-rasul dan para nabi sebelumnya, pada ummat sebelum ini....aku tetap jatuh, terlelap  dalam buaian kesenangan itu.  Kekuatan aku seperti sebiji biji getah yang hanya menunggu masa untuk dipecahkan oleh bata.  Hancur...dan akhirnya ditelan api yang aku sendiri nyalakan. Itukah kesudahannya...berikan aku kekuatan..dan aku amat memerlukan petunjuk dan hidayahMu.

No comments: